Yoga Bagi Pria Bernama Unik Broga

Yoga Bagi Pria Masih Perlu Banyak Promosi

Yoga bagi pria ternyata ada juga loh guys, walaupun sesungguhnya yoga itu sendiri sudah bersifat universal lintas agama maupun jenis kelamin.  Dengan kata lain, menjalani yoga biasa pun bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang gender sehingga cocok bagi wanita serta pria.

Kaum lelaki jarang sekali mengikuti olahraga asal India ini karena merasa tidak cocok dengan identitas serta kepribadian dasar mereka. Mempraktikkan gaya Yoga terlalu erat hubungannya dengan istilah yang bukan hanya sehat, melainkan juga ramping, kelenturan, serta lemah lembut.

Yoga Bagi Pria Bernama Unik Broga

Kita hampir tidak pernah mendengar istilah seperti kekar, gagah perkasa, kuat, penuh otot, dan sebagainya manakala membahas tentang yoga. Saking sepinya berbagai ungkapan tersebut, hampir setiap lelaki menghindari praktik berolahraga yoga sejauh mungkin yang ia bisa lakukan seribu langkah.

Ketika ada kelas yoga khusus pria, perlahan tapi pasti para peserta ini mulai berguguran satu persatu dan lama – lama punah begitu saja. Memang mungkin saja masih ada yang mengikuti, tapi itu pun bisa terhitung oleh jari sebelah tangan saja, kemudian perempuan mengambil alih.

Sebelum membahas tentang broga, kita rasanya tidak ada salahnya menelusuri penyebab mengapa yoga kebanyakan populer hanya di kalangan wanita. Berdasarkan penelitian para ahli, terlaporkan bahwa hampir sebagian besar peserta training yoga adalah perempuan dan pria hanya menjemput atau duduk di pinggiran.

Yoga Bagi Pria Masih Perlu Banyak Promosi

Yoga Bagi Pria Bernama Unik Broga1

Seringkali pengikut kelas yoga dari kalangan pria merupakan hasil paksaan dari pasangannya yang merupakan seorang wanita dengan tujuan sehat bersama. Fenomena yang terjadi memang demikian benar adanya, manakala istri, kekasih, atau sahabat wanitanya membujuk pria mati – matian untuk berpartisipasi ke yoga.

Terdapat begitu banyak paradigma yang mesti didobrak supaya bisa terbangun ulang agar lepas dari kesan milik satu kubu gender saja. Percayalah saudara sekalian, yoga bukanlah kepemilikan mutlak kaum wanita seorang, melainkan ia bisa pula dinikmati oleh kaum adam bertubuh kekar sekalipun.

Apabila kita kembali pada negara asalnya yaitu India, instruktur yoga papan atas justru berasal dari kaum lelaki tulen yang gagah. Adalah Patanjali, seorang praktisi yoga yang bukan hanya bertubuh penuh otot namun ia juga mahir mempraktikan bermacam-macam teknik yoga.

Patanjali mempopulerkan dasar yoga bagi pria maupun wanita dengan filosofi spiritual berkonsep Ashtanga yang terkenal hingga sampai seluruh pelosok dunia. Berkat jerih payahnya pula, yoga mulai merambah dari India ke manca negara dan bisa dinikmati oleh semua kalangan dari beragam suku bangsa.

Pandangan Keliru Tentang Olahraga Spiritual Asal India

Kritik keras mulai berdatangan dari kalangan pegiat asli yoga asal India tatkala olahraga ini diadopsi oleh bangsa barat sekitaran abad 20 silam. Kurang lebih pertengahan 1960 lalu, Iyengar membawa ilmu yoga dan mengizinkan negara barat untuk mempelajarinya sebagai sebuah warisan dunia bersama.

Pandangan Keliru Tentang Olahraga Spiritual Asal India

Sebagai salah satu budaya penuh ketimuran, ia bukan hanya terlihat eksotis namun juga masih bisa kita gali lebih jauh lagi. Namun sekeras apapun usaha Iyengar, yoga masih saja kurang peminat sehingga ia memutar otak mencari cara untuk memopulerkannya dan ini juga menjadi peralihan olahraga konvensional.

Sebagai iklan visual, ia membuat seragam tertentu khusus yoga lengkap dengan atribut perlengkapannya sehingga menarik perhatian penontonnya tatkala mereka berlatih. Matras yoga pun dibuat mencolok dengan pemilihan warna terang, serta pemakaian celana panjang yoga berbahan serba ketat dan minim sambungan.

Yoga bagi pria yang berpikir menggunakan logika seringkali menganggap bahwasanya ia cenderung merupakan kegiatan keagamaan dan alternatif meditasi semata. Meskipun terkandung kebenaran dalam statement tersebut, namun yoga bukan hanya sekedar sarana meditasi dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Dari ratusan jenis gaya melakukan yoga, banyak di antaranya menuntut kelenturan tingkat tinggi pada pegiatnya serta daya tahan tubuh yang fit. Yoga bukanlah hanya duduk bersila sambil menyatukan tangan di atas kepala seperti foto mainstream yang tersebar di media sosial.

Broga, adalah sebutan kekinian bagi para pegiat yoga dari kalangan laki-laki agar terasa lebih manly dan macho kala saling menyapa di gym center. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi perubahan pandangan yang lebih terbuka supaya kaum lelaki pun mau mencoba belajar dan menekuni yoga seperti halnya wanita.

 

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>